One Step Closer
One Step
Closer
Karya : Mutiah Karim
Kali ini aku melihatnya di lobi sekolah,
kamarin di masjid, dan entah besok. Dia
menggulirkan senyum manisnya hari ini, kemarin, dan entah besok. Tetap saja aku
hanya bisa mengintainya dari kejauhan. Berharap
dia menyadari bahwa ada seseorang yang ingin selalu melihat senyumnya. Entahlah
apa yang membuatku ketagihan, tapi sunggingan senyumnya selalu membuat hariku
lebih baik.
“Hayo
pagi pagi udah bengong aja, pake senyum-senyum segala lagi. Lagi mikirin si Itu
ya?” lamunanku seketika dibuyarkan oleh suara yang tak asing lagi, Era.
“Uhm”
jawabku dengan gerakan anggukan kepala.
Baca selengkapnya »Label: Cerpen Teenlit
Tabahku
Ketika Ketabahan Harus Dimiliki
*prangg* (suara piring pecah) , ya itu kedua kalinya Tia memecahkan piring ibunya tanpa sengaja di pagi yang cerah itu.
“Mba Tia, apa lagi itu? Piring lagi? Oh bagus… Semua piring ibu
pecahkan!! Awas nanti! “ teriak ibu Tia yang sedang sibuk melayani di
kantor kesayangannya (warung) itu.
“I…. Iya bu ini sudah Tia bereskan…” jawab Tia dengan suara agak
gemetar karena takut dimarahi oleh ibunya yang super galak. Ya Tia
adalah nama panggilan dari seorang gadis yang berumur 15 tahun dan
bernama lengkap ‘Mutiara Karimah’. Dia memiliki ibu yang sangat galak,
bagaimana tak galak, setiap dia diperintah dan Tia tak mengerjakannya
pasti ibunya langsung memarahi dan membuat ribut suasana. Namun Tia
memiliki ibu dan ayah yang pekerja keras, kenapa? Itu karena mereka
berdua harus dapat menyekolahkan ke-3 anaknya yang memiliki selisih
umur sangat tipis. Tia adalah anak pertama dari 3 bersaudara yaitu Dimas
yang umurnya sudah 13 tahun dan Dini yang masih sekolah TK. Setelah
ayahnya tidak bekerja lagi dikarenakan kebangkrutan perusahan tempat
ayahnya bekerja , keadaan ekonomi keluarnganya sangat berantakan.
Sehingga kedua orang tuanya harus bekerja keras untuk dapat
menyekolahkannya. Apalagi biaya sekolah sekarang bukanlah hal yang mudah
untuk dicari. Ibunya adalah seorang pedagang dan ayahnya sekarang
bekerja sebagai tukang jasa antar atau yang keren disebut ‘ojek’.
Baca selengkapnya »Label: Cerpen Teenlit
Jangan Dibuang! Sayang
Jangan Dibuang. Sayang !
(Ketika Bebek Bebek Yang Malang
Berpisah)
Siapa sih yang bahagia kalau berpisah sama sahabat,
keluarga, pacar, atau bahkan nenek lo yang tua yang super duper nyebelin .
Perpisahan itu rasanya pahit. Sepahit kopi hitam ditambah gula satu kilo, eh
maksudnya kopi hitam tanpa gula, kecap atau semacamnya. Tapi, banyak juga orang
yang bilang kalau perpisahan bukanlah akhir dari segalanya. Doubt it? Gue rasa anggapan itu ada
salahnya juga. Gak percaya? Percaya gak percaya, baca aja opini sesat dari gue
☺
*Hening
Baca selengkapnya »Label: Cerpen Teenlit
Masih Ada ?
Masihkah
Ada
Oleh: Famaylia HR
Best reader : YOU ;;)
Ini semua tentang diriku, cerita
tentang yang aku alami selama ini, selama aku hidup bahkan semenjak aku lahir
kedunia ini. Tak pernah aku bayangkan sebelumnya semua terjadi seperti ini
seperti sebuah kenyataan yang tak pernah ingin aku rasakan sebelumnya, bahkan
membayangkannya sedikitpun. Rasa ini seakan selalu ada bahkan mungkin tak
pernah bisa hilang begitu saja.
Sebelumnya aku akan bertanya pada
kalian apakah seorang anak sebelumnya pernah berfikir akan lahir kedunia ini,
tentu jawabannya tidak. Semua anak pastinya tidak pernah berfikiran seperti
itu. Ya begitu juga denganku, aku tak pernah minta untuk dilahirkan kedunia ini
mungkin Alloh SWT lah yang Maha tau dan Alloh tidak akan pernah keliru menciptakan
sesuatu dan jika dia menghendaki sesuatu terjadi pasti ada hikmah dibalik semua
itu. Pada saat itu 25 Mei 1997 tepat seorang bayi perempuan lahir kedunia ini,
ia hanya bisa menangis dan belum ada dosa sedikitpun, inilah awalku menjadi
seorang mahluk hidup atau seorang manusia hingga sekarang ini. Dan bayi itu
bernama FAMAYLIA HIDAYATURROHMAH yang
artinya FA (Fahrudin / ayahku) MA (Masriach / ibuku) MAY (lahir dibulan Mei)
LIA (Lair Ing Dino Ahad) HIDAYA supaya mendapat hidayah atau petunjuk TUR (dan
juga) ROHMAH (lemah lembut).
Baca selengkapnya »Label: Cerpen Teenlit
Gak Perlu Cantik
Gak Perlu Cantik
(Cinta ≠ Sandiwara)
“Ma, cantik-cantik dan tampan-tampan sekali ya?”
seorang anak kecil yang umurnya baru 5 tahun yang sedang asik menonton film
bersama seorang malaikat. Ya, sebutan bagi kaum Mama, bertanya pada Mamanya.
“Iya
sayang. Nanti kalau kamu sudah besar, kamu juga akan cantik seperti mereka”
jawab Mamanya mencoba menyenangkan buah hatinya sambil mengelu-elus rambut
tipis anankya. Suasana hangat sangat terasa disini.
“Ma,
apakah mereka disana akan baik-baik saja? Kalau mereka mati, kasihan sekali aku
tak akan pernah bertemu dengan mereka, padahal aku ingin melihat mereka” anak
kecil itu kembali bertanya dengan polosnya saat film itu menayangkan tokohnya
meninggal dunia. Mamanya hanya tersenyum kemudian terdiam.
Sewaktu
kecil pasti kamu tak tau arti sebuah sandiwara. Sandiwara kehidupan. Kamu
berfikir seorang tokoh film yang tewas tertabrak mobil didalam ceritanya, itu
sebuah kenyataan. Kamu pikir itu benar-benar terjadi. Padahal itu hanya sebuah
akal-akalan manusia untuk menipu daya, mendramanisir cerita tersebut. Heh,
hanya tawa datar yang ku lontarkan ketika mengingat semua itu. Tak bisa
kubayangkan jika semua itu benar-benar terjadi. Tak akan ada film, tak akan ada
sandiwara pula. Menepis sebuah harapan, bahwa didunia ini penuh dengan
sandiwara. Semua serba sandiwara. Dimana-mana sandiwara. Bahkan bersekolahpun
adalah sebuah sandiwara. Jika kamu tak percaya, carilah jawaban itu dibalik
sebuah sandiwara teman-teman dan guru-gurumu.
Baca selengkapnya »Label: Cerpen Teenlit
Gue Bukan JONES !
Gue barusan bikin cerpen yang judulnya "Gue Bukan JONES". Entahlah inspirasi itu datang dari mana, dengan lancar gue mempersembahkan cerpen ini untuk yang mau baca ☺
GUE BUKAN JONES
Gue
dikasih romantic kiss saat itu. “Adit.. Gue juga sayang lo……..”
***
Blukk… Gue tutup novel teenlit gue yang baru dibeli 3
hari yang lalu. Ceritanya ringan, penuh rahasia, dan pasti ceritanya romantis,
bikin imajinasi melayang-layang. A Little White Lie udah sukses buat gue
ngabisin banyak tissue dan cemilan. Dan gara-gara novel itu, gue tersadarkan kalau
status gue saat ini adalah JONES alias Jomblo Ngenes, alhasil gue terpuruk
dalam kegelapan yang hanya akan tersinari oleh sebuah kasih sayang atau apalah
itu. Naaaa, siapa sih yang mau sama gue? Hanya tuhan dan seseorang itu yang
tau.
Baca selengkapnya »Label: Cerpen Teenlit